I. Identitas Film
- Judul : Good Will Hunting
- Tahun Tayang: 1997
- Sutradara : Gus Van Sant
- Produksi : Marimax Films
- Skenario : Matt Damon dan Ben Affleck
- Durasi : 126 menit
II. Analisis Film
Good Will Hunting adalah film yang sangat populer dan di tayang perdana
pada 1997. Pemeran utama dari film ini adalah Will Hunting, seorang laki laki
yang sedang dimasa menuju kedewasaan. Pada awal bagian film ini dapat terlihat
jelas penggambaran mengenai karakter Will. Will tinggal sendiri dirumah yang
kumuh tanpa orang tua. Will adalah orang yang tertutup yang tumbuh dilingkungan
yang kurang baik dan berusaha bertahan hidup dengan cara yang “pintar” walaupun
sebenarnya Will adalah orang yang sangat jenius. Will pun memiliki beberapa
sahabat karibnya yang mungkin di film ini digambarkan sebagai orang-orang yang
hidup tanpa tujuan tetapi mereka adalah orang-orang yang akan setia dan saling
menjaga satu sama lain. Di besarkan di panti asuhan membuat Will menjadi anak
yang bermasalah, di beberapa bagian film ditunjukan catatan kriminal yang pernah
dilakukan Will.
Dengan keadaan masa lalu yang tidak mengenakkan Will selalu berfikir
mengenai hal-hal negatif yang akan terjadi padanya yang membuatnya membangun “Pertahanan”.Padahal
sebenarnya Will adalah seseorang yang baik tetapi bicara dengan gaya sarkasme.
Ada beberapa sebab yang dapat menjelaskan perilaku Will
ini.Proses pembentukan
perilaku dipengaruhi oleh beberapa faktor yang berasal dari dalam diri individu
itu sendiri, faktor-faktor tersebut antara lain :
1. Persepsi, Persepsi adalah sebagai
pengalaman yang dihasilkan melalui indera penglihatan, pendengaran, penciuman,
dan sebagainya.
2. Motivasi, Motivasi diartikan sebagai
dorongan untuk bertindak untuk mencapai sutau tujuan tertentu, hasil dari pada
dorongan dan gerakan ini diwujudkan dalam bentuk perilaku
3. Emosi, Perilaku juga dapat timbul karena
emosi, Aspek psikologis yang mempengaruhi emosi berhubungan erat dengan keadaan
jasmani, sedangkan keadaan jasmani merupakan hasil keturunan (bawaan), Manusia
dalam mencapai kedewasaan semua aspek yang berhubungan dengan keturunan dan
emosi akan berkembang sesuai dengan hukum perkembangan, oleh karena itu
perilaku yang timbul karena emosi merupakan perilaku bawaan.
4. Belajar, Belajar diartikan sebagai suatu
pembentukan perilaku dihasilkan dari praktek-praktek dalam lingkungan
kehidupan. Barelson (1964) mengatakan bahwa belajar adalah suatu perubahan
perilaku yang dihasilkan dari perilaku terdahulu.
Pada
film ini dijelaskan bahwa perilaku Will disebabkan oleh pengalaman pahit masa
lalunya dimana ia tumbuh di sebuah panti asuhan dan mengalami tindakan kekerasan
seperti di bakar dengan puntung rokok dan ditusuk dengan pisau. Setelah di
adopsi pun Will tidak mendapatkan kebahagiaan, inilah yang membuat Will menjadi
tertutup dan berusaha untuk terlihat kuat agar tidak diremehkan
Film
ini dimulai dengan Will yang bekerja sebagai Cleaning Service di sebuah universitas menghebohkan kampus dengan
menjawab soal-soal matematika dengan kesulitan yang lumayan tinggi.
Sang
profesor,Profesor Gerald, tertarik dan berusaha untuk mencari identitas Will
dan berusaha mengajaknya untuk bekerja sama. Will yang sedang terlibat masalah
hukum di hadapkan dengan opsi dipenjara atau bekerja sama dengan sang profesor
tersebut. Film ini juga ditambahi dengan bumbu-bumbu romantis untuk memperdalam
karakter Will. Will bertemu dengan seorang gadis bernama Skylar.
Gadis ini
berhasil mencuri perhatian Will dan akan menjadi batu loncatan agar Will bisa
berubah. Kedua insan ini saling mencintai dan Skylar adalah wanita yang dapat
memahami Will, walaupun Will tetap saja tidak ingin merubah dirinya. Dia
beranggapan bahwa jika Skylar mengetahui masa lalunya, maka Skylar akan pergi.
Profesor
Gerald menawarkan pembebasan Will bukan tanpa syarat, Will harus bekerja sama
dengan nya dalam bidang matematika dan harus menemui terapist untuk masalah
kejiwaan Will. Profesor Gerald mencoba berbagai terapist yang ia kenal untuk
menangani Will tetapi tidak ada yang berhasil karena Will tidak ingin membuka
dirinya dan berusaha untuk mengolok-olok para terapist tersebut. Sampai pada
akhirnya Profesor Gerald menemui teman lamanya untuk menjadi terapist Will.
Kedua orang ini memiliki masalah di masalalu yang tidak terselesaikan.Pribadi
kedua orang ini berbeda dan mempunyai tujuan yang berbeda pula terhadap Will.
Profesor Gerald beranggapan bahwa dengan pekerjaan yang mapan maka Will akan
menjadi seseorang yang baik dengan hanya mendorong Will keluar dari
pertahanannya. Hal ini didukung oleh Rofiah (2016) Sebagaimana dalam proses konseling pada
umumnya,dalam konsultasi,konsulti di beri kebebasan sepenuhnya untuk
menyimpulkan dan mengambil keputusan sendiri,yaitu keputusan yang di anggapnya
paling tepat. Keputusan konsulti itu di ambil tentu saja setelah di lakukannya
analisis dan diskusi mendalam tentang hal-hal yang menjadi isi dari
keputusannya itu.Apapun yang menjadi keputusannya konsulti, konsultan
(konselor) harus menghargainya. Konsultan tidak boleh membantahnya atau
berusaha mengubahnya, karena konsultan mengaggap kurang tepat atau kurang
sesuai dengan hal-hal yang telah di diskusikan. Namun demikian, terhadap
keputusan konsulti itu konsultan tidak beleh serta merta menyatakan “bagus”;
“itu keputusan yang tepat” dan lain-lain. Apabila suatu keputusan telah diambil
oleh konsulti baik keputusan itu sudah tepat,apalagi kalau tampaknya kurang
tepat,hal yamg perlu dilakukan oleh konsultan ialah mendiskusikan lebih lanjut
keputusan yang diambil konsulti itu. Konsulti dibawa untuk dapat melihat
kedepan dan mengantisipasi hal-hal yang akn terjadi apabila keputusan itu di
laksanakan. Hal-hal positif apa yang dapat di raih atau hal-hal negatif dan
hambatan apa yang akan terjadi. Di samping itu perlu didiskusikan pula apa yang
akan konsulti apabila pelaksanaan keputusan itu tidak mulus,jikalau
pelaksanaannya terkendala atau apabila ada unsur-unsur tertentu menghalangi
implementasi keputusan itu.
Tetapi berbeda dengan Sean, sang terapist, ia ingin Will menyelesaikan masalah
psikologis nya dan memperbaiki cara pandang Will serta membiarkan Will memilih
apa yang ingin ia lakukan. Dengan kondisi mental yang tidak baik, Will
kehilangan beberapa kesempatan bagus yang datang kepadanya. Seperti tawaran
untuk bekerja di berbagai perusahaan dan kesempatan untuk bersama orang yang
dicintainya.
Seiring berjalannya waktu dan kemunduran mulai terasa di hidup Will,
seorang sahabat Will menyadarkannya bahwa kemampuan yang Will miliki akan
sia-sia bila ia tidak bisa mengontrol emosinya. Dan mengatakan bahwa banyak
sekali orang yang ingin menduduki posisi seperti Will, hal ini menjadi tamparan
keras bagi Will karena sahabat dekatnya lah yang berkata demikian. Ditambah
dengan kepergian Skylar untuk kuliah di California meninggalkan Will yang tidak
ingin ikut dengan nya.
Dengan ini Will menemui Sean lagi untuk terapi nya, Sean pun mengatakan
bahwa semua yang terjadi pada Will bukan lah salahnya dan dia tidak harus
meminta maaf kepada siapa pun. Perlahan-lahan Will pun membuka dirinya. Dan
tepat pada hari ulang tahunnya yang ke 21 beberapa teman dekatnya Will
memberikan Will sebuah mobil karena Will akan bekerja di Cambridge. Hubungan
antara Profesor Gerald dan Sean pun membaik karena mereka saling memaafkan dan
mencoba untuk mengerti satu sama lain. Setelah tersadarnya Will, ia pun
memutuskan untuk mengejar apa yang ia inginkan, yaitu Skylar, cinta nya.
Film ini diakhiri dengan ketiga sahabatnya yang menghampiri rumah Will dan
mencarinya. Tetapi rumah itu terlihat kosong, salah satu sahabat Will menyadari
bahwa Will sudah tidak disana lagi. Dan itu membuatnya bahagia karena Will
menemukan apa yang harus ia lakukan.
III. Kesimpulan
Setelah menonton film
ini dapat disimpulkan bahwa kejadian buruk dimasa lalu dapat mengakibatkan
ketidak stabilan mental seseorang yang dapat memengaruhi masa depannya. Keadaan
seperti ini tidak bisa dianggap remeh, perlu adanya bantuan terapist ataupun
psikiater untuk membantu seseorang tersebut. Bahkan orang yang dilahirkan
dengan bakat tidak dapat mengoptimalkan bakatnya jika orang tersebut tidak
memiliki rasa percaya diri dan padangan yang baik. Pendekatan secara perlahan
adalah cara terbaik untuk mengatasi hal ini, karena dengan pendekatan dan tidak
memaksa seseorang itu untuk berbicara maka mereka akan perlahan-lahan membuka
dirinya. Memberikan tekanan pada orang tersebut adalah tindakan yang salah
karena hal tersebut akan membuat kondisi mental nya semakin buruk. Hal lain
yang dapat di ambil dari film ini yaitu, kita tidak bisa menilai seseorang dari
segi luarnya saja. Beberapa sahabatnya Will terlihat seperti pembangkang dan
pemabuk saja, padahal mereka juga berusaha keras untuk kehidupannya. Tak lupa
pula mereka saling menjaga satu sama lain walaupun perkataan mereka terdengar
kasar.





