Senin, 20 Mei 2019

Analisis Film Good Will Hunting


I. Identitas Film
  • Judul              : Good Will Hunting
  • Tahun Tayang: 1997
  • Sutradara       : Gus Van Sant
  • Produksi        : Marimax Films
  • Skenario        : Matt Damon dan Ben Affleck
  • Durasi           : 126 menit
II. Analisis Film
Good Will Hunting adalah film yang sangat populer dan di tayang perdana pada 1997. Pemeran utama dari film ini adalah Will Hunting, seorang laki laki yang sedang dimasa menuju kedewasaan. Pada awal bagian film ini dapat terlihat jelas penggambaran mengenai karakter Will. Will tinggal sendiri dirumah yang kumuh tanpa orang tua. Will adalah orang yang tertutup yang tumbuh dilingkungan yang kurang baik dan berusaha bertahan hidup dengan cara yang “pintar” walaupun sebenarnya Will adalah orang yang sangat jenius. Will pun memiliki beberapa sahabat karibnya yang mungkin di film ini digambarkan sebagai orang-orang yang hidup tanpa tujuan tetapi mereka adalah orang-orang yang akan setia dan saling menjaga satu sama lain. Di besarkan di panti asuhan membuat Will menjadi anak yang bermasalah, di beberapa bagian film ditunjukan catatan kriminal yang pernah dilakukan Will.

 Dengan keadaan masa lalu yang tidak mengenakkan Will selalu berfikir mengenai hal-hal negatif yang akan terjadi padanya yang membuatnya membangun “Pertahanan”.Padahal sebenarnya Will adalah seseorang yang baik tetapi bicara dengan gaya sarkasme.
Ada beberapa sebab yang dapat menjelaskan perilaku Will ini.Proses pembentukan perilaku dipengaruhi oleh beberapa faktor yang berasal dari dalam diri individu itu sendiri, faktor-faktor tersebut antara lain : 
1.      Persepsi, Persepsi adalah sebagai pengalaman yang dihasilkan melalui indera penglihatan, pendengaran, penciuman, dan sebagainya. 
2.      Motivasi, Motivasi diartikan sebagai dorongan untuk bertindak untuk mencapai sutau tujuan tertentu, hasil dari pada dorongan dan gerakan ini diwujudkan dalam bentuk perilaku 
3.      Emosi, Perilaku juga dapat timbul karena emosi, Aspek psikologis yang mempengaruhi emosi berhubungan erat dengan keadaan jasmani, sedangkan keadaan jasmani merupakan hasil keturunan (bawaan), Manusia dalam mencapai kedewasaan semua aspek yang berhubungan dengan keturunan dan emosi akan berkembang sesuai dengan hukum perkembangan, oleh karena itu perilaku yang timbul karena emosi merupakan perilaku bawaan. 
4.      Belajar, Belajar diartikan sebagai suatu pembentukan perilaku dihasilkan dari praktek-praktek dalam lingkungan kehidupan. Barelson (1964) mengatakan bahwa belajar adalah suatu perubahan perilaku yang dihasilkan dari perilaku terdahulu.
Pada film ini dijelaskan bahwa perilaku Will disebabkan oleh pengalaman pahit masa lalunya dimana ia tumbuh di sebuah panti asuhan dan mengalami tindakan kekerasan seperti di bakar dengan puntung rokok dan ditusuk dengan pisau. Setelah di adopsi pun Will tidak mendapatkan kebahagiaan, inilah yang membuat Will menjadi tertutup dan berusaha untuk terlihat kuat agar tidak diremehkan
Film ini dimulai dengan Will yang bekerja sebagai Cleaning Service di sebuah universitas menghebohkan kampus dengan menjawab soal-soal matematika dengan kesulitan yang lumayan tinggi. 

Sang profesor,Profesor Gerald, tertarik dan berusaha untuk mencari identitas Will dan berusaha mengajaknya untuk bekerja sama. Will yang sedang terlibat masalah hukum di hadapkan dengan opsi dipenjara atau bekerja sama dengan sang profesor tersebut. Film ini juga ditambahi dengan bumbu-bumbu romantis untuk memperdalam karakter Will. Will bertemu dengan seorang gadis bernama Skylar. 

Gadis ini berhasil mencuri perhatian Will dan akan menjadi batu loncatan agar Will bisa berubah. Kedua insan ini saling mencintai dan Skylar adalah wanita yang dapat memahami Will, walaupun Will tetap saja tidak ingin merubah dirinya. Dia beranggapan bahwa jika Skylar mengetahui masa lalunya, maka Skylar akan pergi.
Profesor Gerald menawarkan pembebasan Will bukan tanpa syarat, Will harus bekerja sama dengan nya dalam bidang matematika dan harus menemui terapist untuk masalah kejiwaan Will. Profesor Gerald mencoba berbagai terapist yang ia kenal untuk menangani Will tetapi tidak ada yang berhasil karena Will tidak ingin membuka dirinya dan berusaha untuk mengolok-olok para terapist tersebut. Sampai pada akhirnya Profesor Gerald menemui teman lamanya untuk menjadi terapist Will.
Kedua orang ini memiliki masalah di masalalu yang tidak terselesaikan.Pribadi kedua orang ini berbeda dan mempunyai tujuan yang berbeda pula terhadap Will. Profesor Gerald beranggapan bahwa dengan pekerjaan yang mapan maka Will akan menjadi seseorang yang baik dengan hanya mendorong Will keluar dari pertahanannya. Hal ini didukung oleh Rofiah (2016) Sebagaimana dalam proses konseling pada umumnya,dalam konsultasi,konsulti di beri kebebasan sepenuhnya untuk menyimpulkan dan mengambil keputusan sendiri,yaitu keputusan yang di anggapnya paling tepat. Keputusan konsulti itu di ambil tentu saja setelah di lakukannya analisis dan diskusi mendalam tentang hal-hal yang menjadi isi dari keputusannya itu.Apapun yang menjadi keputusannya konsulti, konsultan (konselor) harus menghargainya. Konsultan tidak boleh membantahnya atau berusaha mengubahnya, karena konsultan mengaggap kurang tepat atau kurang sesuai dengan hal-hal yang telah di diskusikan. Namun demikian, terhadap keputusan konsulti itu konsultan tidak beleh serta merta menyatakan “bagus”; “itu keputusan yang tepat” dan lain-lain. Apabila suatu keputusan telah diambil oleh konsulti baik keputusan itu sudah tepat,apalagi kalau tampaknya kurang tepat,hal yamg perlu dilakukan oleh konsultan ialah mendiskusikan lebih lanjut keputusan yang diambil konsulti itu. Konsulti dibawa untuk dapat melihat kedepan dan mengantisipasi hal-hal yang akn terjadi apabila keputusan itu di laksanakan. Hal-hal positif apa yang dapat di raih atau hal-hal negatif dan hambatan apa yang akan terjadi. Di samping itu perlu didiskusikan pula apa yang akan konsulti apabila pelaksanaan keputusan itu tidak mulus,jikalau pelaksanaannya terkendala atau apabila ada unsur-unsur tertentu menghalangi implementasi keputusan itu. Tetapi berbeda dengan Sean, sang terapist, ia ingin Will menyelesaikan masalah psikologis nya dan memperbaiki cara pandang Will serta membiarkan Will memilih apa yang ingin ia lakukan. Dengan kondisi mental yang tidak baik, Will kehilangan beberapa kesempatan bagus yang datang kepadanya. Seperti tawaran untuk bekerja di berbagai perusahaan dan kesempatan untuk bersama orang yang dicintainya.
Seiring berjalannya waktu dan kemunduran mulai terasa di hidup Will, seorang sahabat Will menyadarkannya bahwa kemampuan yang Will miliki akan sia-sia bila ia tidak bisa mengontrol emosinya. Dan mengatakan bahwa banyak sekali orang yang ingin menduduki posisi seperti Will, hal ini menjadi tamparan keras bagi Will karena sahabat dekatnya lah yang berkata demikian. Ditambah dengan kepergian Skylar untuk kuliah di California meninggalkan Will yang tidak ingin ikut dengan nya.
Dengan ini Will menemui Sean lagi untuk terapi nya, Sean pun mengatakan bahwa semua yang terjadi pada Will bukan lah salahnya dan dia tidak harus meminta maaf kepada siapa pun. Perlahan-lahan Will pun membuka dirinya. Dan tepat pada hari ulang tahunnya yang ke 21 beberapa teman dekatnya Will memberikan Will sebuah mobil karena Will akan bekerja di Cambridge. Hubungan antara Profesor Gerald dan Sean pun membaik karena mereka saling memaafkan dan mencoba untuk mengerti satu sama lain. Setelah tersadarnya Will, ia pun memutuskan untuk mengejar apa yang ia inginkan, yaitu Skylar, cinta nya.
Film ini diakhiri dengan ketiga sahabatnya yang menghampiri rumah Will dan mencarinya. Tetapi rumah itu terlihat kosong, salah satu sahabat Will menyadari bahwa Will sudah tidak disana lagi. Dan itu membuatnya bahagia karena Will menemukan apa yang harus ia lakukan.
III. Kesimpulan
Setelah menonton film ini dapat disimpulkan bahwa kejadian buruk dimasa lalu dapat mengakibatkan ketidak stabilan mental seseorang yang dapat memengaruhi masa depannya. Keadaan seperti ini tidak bisa dianggap remeh, perlu adanya bantuan terapist ataupun psikiater untuk membantu seseorang tersebut. Bahkan orang yang dilahirkan dengan bakat tidak dapat mengoptimalkan bakatnya jika orang tersebut tidak memiliki rasa percaya diri dan padangan yang baik. Pendekatan secara perlahan adalah cara terbaik untuk mengatasi hal ini, karena dengan pendekatan dan tidak memaksa seseorang itu untuk berbicara maka mereka akan perlahan-lahan membuka dirinya. Memberikan tekanan pada orang tersebut adalah tindakan yang salah karena hal tersebut akan membuat kondisi mental nya semakin buruk. Hal lain yang dapat di ambil dari film ini yaitu, kita tidak bisa menilai seseorang dari segi luarnya saja. Beberapa sahabatnya Will terlihat seperti pembangkang dan pemabuk saja, padahal mereka juga berusaha keras untuk kehidupannya. Tak lupa pula mereka saling menjaga satu sama lain walaupun perkataan mereka terdengar kasar.